![]() |
| Lelaki Kecil Penghancur Ka'bah |
Baginda Rasulullah SAW telah menjelaskan ciri-ciri para pemberangus Ka'bah secara rinci dalam beberapa hadits. Beliau menyebutkan bahwa mereka berkulit hitam dan kedua kakinya renggang. Dua ciri ini sesuai dengan ciri fisik orang Habasyah. Beliau juga menambahkan bahwa mereka rata-rata botak, ubun-ubunnya licin dan persendian tulangnya bengkok, bahkan sebagian keluar dari tempatnya.
Gambaran diatas serasi dengan hadits shahih dari Ibnu Abbas RA : "Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : 'Seolah-olah diriku melihatnya berkulit hitam, kedua kakinya saling berjauhan. Dia mencongkel Ka'bah, batu demi batu.'" Sementara itu, Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata "Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Ka'bah akan dirusak oleh Dzu Suwaiqatain dari Habasyah (Ethiopia), dicopotinya perhiasan Ka'bah dan dilepas kiswah (penutupnya). Seolah-olah aku menyaksikan Dzu Suwaiqatain itu seorang yang berbadan kecil, botak, lagi berkaki pengkor (bengkok). Ia menghantam Ka'bah dengan sekop dan linggisnya.'"
Yang membikin hsti miris barangkali adalah kenyataan bahwa pemberangus Ka'bah bukanlah kalangan musuh islam seperti Nasrani, Yahudi, atau lainnya, akan tetapi dari golongan muslimin sendiri. Fakta ini sesuai dengan sabda Baginda Nabi SAW "Tidak ada yang menghalalkan Baitul Haram melainkan ahlinya, dan ahli Baitul Haram ialah kaum muslimin. (fathul bari 3:462). " Dalam hadits lain beliau menyinggung "Apabila mereka telah menghalalkannya(tidak menghormati Ka'bah, dan melakukan perbuatan-perbuatan terlarang terhadapnya) maka mereka akan dibinasakan. Setelah itu akan muncul seorang laki-laki dari Habasyah yang bernama Suwaiqatain. Ia menghancurkan Ka'bah dan mengambil batunya satu persatu, melepas perhiasannya dan kiswahnya."
Hadits lain yang diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad dari Sa'id bin Sam'an menyebutkan bahwa Abu Hurairah telah memberi tahu Abu Qatadah mengenai sabda Baginda Nabi SAW yang merbunyi : "Di Baiat seseorang antara rukun dan makam, dan tidak akan menghalalkan baitul haram kecuali ahlinya. Apabila mereka telah menghalalkan baitul haram, maka jangan ditanya lagi tentang rusaknya Bangsa Arab setelah itu datanglah Bangsa Habasyah (Ethiopia yang menghancurkannya (Ka'bah) sehancur-hancurnya, dan tidak lagi dimakmurkan selama-lamanya. Mereka itulah yang mengurus perbendaharaanya. "(Musnad Imam Ahmad 15:35)". Imam Ahmad dan Imam Bukhori meriwayatkan dari Ibnu Abbas sepenggal hadits dari Nabi SAW "Seakan saya melihat berkulit hitam dan panjang langkahnya. Ia merusak Ka'bah dan mengambil batunya satu persatu."(Sahih Bukhori.bab hatmil Ka'bah 3:460)."
