Minggu, 17 September 2017

Berdiri di Tepi Mulut Neraka

Nurul Islami | Berdiri di Tepi Mulut Neraka - Sahabat Nurul Islami inilah jaman ketika dosa sudah menjadi warna utamanya. Inilah jaman ketika orang semakin malu melakukan kebaikan. Jaman dimana prilaku tercela harus dipertontonkan. Inilah jaman edan. Dulu orang tua kita mengatakan setiap kali keluar rumah, pasti keluar uang karena ada saja yang ingin dibeli. Begitu mata terbuka, saat itu juga dosa bertambah.
Neraka
Ada ucapan bijak dari orang-orang tua kita dulu,"Kalau nggak perlu-perlu betul nggak usah keluar rumah." Saat ini yang terjadi malah sebaliknya. semua tidak lagi betah dirumah. Bukan rumahnya yang jelek. Justru rumahnya mentereng, berada di kompleks perumahan elit. Tidak ada yang berani masuk kecuali air banjir. Rumah modern hanya jadi tempat menyimpan baju, mebeler mewah. Hanya jadi tempat buang air, kkotoran, dan tidur. Selebihnya, semua aktifitas berada diluar rumah. Penghuni baru masuk rumah kalau badan sudah penat. Orang tua? apalagi. Sistem mega mesin industri global telah menjadikan manusia robot tak berperasaan. Mereka harus kerja seperti baut mesin industri. Tidak boleh berpikiran, selama tidak ada gangguan harus tetap jalan. Satu tujuan adalah mencapai target industri. Inilah yang mereka banggakan. Ketika senja datang, malam merangkak pelan, mereka pulang kerja. Tidak ada pilihan kecuali menciptakan energi untuk esok hari. Dasar mesin.

Lalu bagaimana dengan anak-anak mereka. Yang penting makan, yang penting sekolah, dan yang paling penting hidup. Tanpa kontrol, tanpa belaian kasih sayang. Waktu bersama menjadi langkah. Ah, yang penting mereka bahagia dengan dunianya. Hingga suatu hari esok anak-anak beranjak dewasa dengan hati yang kosong dari sentuhan kasih sayang. Hati yang hampa, persis mesin-mesin industri tempat orangtua mereka bekerja. Tanpa perasaan, tanpa pikiran. Maka tumbuhlah anak-anak menjadi ramaja tanpa arah. Mereka memang tertawa tapi sisi terdalam batinya merintih. Tubuh mereka gagah dan seksi tapi sejatinya sangatrapuh. mka jadilah mereka pecandu narkoba, free sex, punk, geng motor dan entah apa lagi mereka menamai jati diri mereka sendiri. Jati diri yang sejatinya manifestasi "pemberontakan" mereka dan teriakan batin bahwa mereka sangat membutuhkan perhatian.

Apa yang anda rasakan, bukan yang anda pikirkan ketika anda membaca berita di koran yang menyebutkan bahwa dari hasil survey, pelajar di kota A sebanyak 60% sudah pernah melakukan hubungan seks. 90% sudah pernah nonton film porno. Dari 60% yang mengaku sudah pernah melakukan hubungan seks, 65% mengaku melakukannya dirumah sendiri. Sebagian besar alasan melaukan hubungan seks adalah sebagai bukti cinta kepada pacarnya. Bisa jadi anda tidak merasakan apapun kecuali kaget sejenak. Setelah itu biasa saja. Alam bawah sadar anda memerintahkan untuk tidak mempersoalkan informasi yang baru saja anda baca dan terima. Mengapa, karena secara emosional anda tidak berada dekat dengan si pelaku dalam informasi tersebut.

Lalu apa jadinya jika ternyata anda mendengar berita bahwa saudara, sahabat dekat anda yang masih duduk di bangku sekolah SMP atau SMA hamil 4 bulan. Bahkan bisa jadi adik atau kakak perempuan anda menjadi korban serupa, hamil diluar nikah. Kini engkau baru sadar bahwa apa yang dikatakan koran dan media masa , benar-benar sudah di dekatmu.
Read more

Senin, 11 September 2017

Rasisme Ala Wahabi

Nurul Islami | Rasisme Ala Wahabi - Sahabat Nurul Islami Islam adalah agama yang universal. Wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Baginda Rasul SAW berlaku kepada umat manusia secara menyeluruh, tanpa memandang sekat ras, warna kulit, suku dan bangsa. Semua orang dalam padangan agama adalah sama. Yang paling mulia diantara umat manusia adalah yang paling bertakwa kepada Allah SWT.

Rasisme wahabi
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahuilagi Maha Mengenal. Falsafah demikianlah yang mengantarkan islam mencapai masa kejayaan di era islam. Peradaban islam berada dipuncak selama berabad-abad karena disokong oleh insan-insan yang beriman dari segala ras dan suku bangsa. Baik orang arab maupun ajam (non arab) saling bahu membahu menyiarkan ajaran Baginda Nabi SAW. Akankah agama ini bakal berjaya apabila dimonopoli oleh suku tertentu saja? apa jadinya apabila agama ini menutup diri dari ras tertentu atau menampik keberadaan bangsa yang berbeda-beda? hal inilah yang coba dilakukan oleh kelompok wahabi di Arab Saudi sekarang. Mereka melarang umat islam diluar bangsa Arab untuk turut andil dalam menyemarakkan syiar islam.

Diberitakan oleh media Al Alam pada sabtu 11 Mei 2013, bahwa depertemen urusan islam dan dakwah Arab Saudi melarang warga asing mengumandangkan adzan di negara iini dan menjadikan sanki berat kepada siapa saja yang melanggar. Alasannya terkesan dipaksakan. Mereka menilai, pengumandangan adan dan penunjukkan imam jama'ah dari warga asing melanggar undang-undang negara.

 Langkah depeartemen yang membidangi bertujuan untuk menempatkan warga Arab Saudi sebagai pihak yang paling berhak menjadi imam sholat serta muadzin di masjid-masjid. Warga asing yang melanggar peraturan nyeleneh ini bakal dikeluarkan dari masjid, gaji mereka diputus dan pada akhirnya akan dipecat dari pekerjaannya. Urusan imam dan muadzin mutlak dimonopoli warga Arab Saudi.

Penerbitan undang-undang ini kian menampakkan kenaifan sekte keras kepala ini. Agaknya mereka tidak pernah membuka buku sejarah atau lupa bahwa Bilal bin Rabbah adalah orang Habasyah berkulit hitam yang ditunjukkan oleh Baginda Rasul SAW menjadi muadzin kaum muslimin. Ia sama sekali bukan warga Arab Saudi kala itu. Jelas sekali bahwa Wahabi membuat udang-undang atau fatwah yang tidak berdasarkan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Padahal mereka sering sekali berkoar mengikuti 2 sumber hukum yang autentik itu. Syaikh Abdulllah An-Nasir, kepala departemen urusan islam dan dakwah pada wawancaranya 22 April 2013 lalu menegaskan akan menghukum berat orang Arab Saudi yang ketahuan menjadi imam, muadzin ataau khotib di masjd.

Wahabi mengintensifkan pemeriksaan masjid-masjid di Saudi Arabia untuk memastikan tidak ada imam atau muadzin selain warga Negara Arab Saudi. Syaikh Abdullah bahkan telah membentuk tim khusus untuk memantau secara terus menerus masjid-masji disana. Tim ini memiliki hak untuk mengambil keputusan dan menjatuhkan fungsi hukum terhadap pelanggar. Kriteria imam sholat dan muadzin sama sekali tidak didasarkan pada suku bangsa atau ras.

Hal ini tercermin dalam kisah Amr bin Salamah pada waktu Fathu Makkah (penaklukan kota Mekkah).Sahabat ini memiliki hafalan Al-Quranyang sanggat kuat sehingga seakan-akan Kalamullah itu melekat di dalam dadanya. Suatu hari, kaum muslimin akan melaksanakan shalat, Amr bin Salamah ditunjuk menjadi imam karna dia lebih banyak hafalannya. Padahal umurya waktu itu masih sekitar enam atau tujuh tahun.

Fatwah "sangat tidak ilmiah" produk Wahabi ini sebenarnya berpangkal dari kecongkakan mereka.Sudah bukan rahasia lagibahwa sekte ini merasa paling benar dan menganggap kelompok lain sesat dan kufur. Kesombongan mereka tampak jelas beberapa waktu lalu di masjid nabawiy. Saat itu,imam shalat Maghrib yang berasal dari kelompok mereka batal wudhunya dan memerintahkan makmum untuk menunggunya berwudhu. Ia melarang makmum yang ada di belakangnya untuk menggantikannya seperti yang di ajarkan Baginda Nabi SAW.

Mestinya mereka memetik teladan dari sikap salah seorang sahabat yang bernama Abu Ubaidah RA. Pernah pada suatu kali, Abu Ubaidah menjadi imam shalat. Ketika meninggalkan tempat itu ia berkata: "Setan telah menggodaku hingga aku merasa bahwa aku lebih baik dari pada orang lin. Oleh karna itu, aku tidak mau menjadi imam lagi." Sepertinya Abu Ubaidah menghayati betul sabda Biginda Nabi SAW yang berbunyi : "takkan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongannya. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." Hadits riwayat Muslim sejatinya ilmu harus dikawal hidayah. tanpa hidayah, seseorang yang berilmu akan rentan menjadi sombong dan akan semakin jauh dari Allah SWT. Baginda Rasul SAW bersabda : "Barang siapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah hidayahnya maka ia akan tidak dekat dengan Allah SWT melainkan bertambah jauh." sebaliknya, seorang ahli ilmu atau ulama yang mendapat hidayah, maka hubungannya dengan Allah SWT akan semakin erat sehingga ia meraih maqom (derajat) disisinya dan dapat menyaksikan Allah SWT dengan mata hatinya (ain bashiroh).
Read more

Rabu, 06 September 2017

Lelaki Kecil Penghancur Ka'bah

Nurul Islami | Lelaki kecil Penghancur Ka'bah - Sahabat Nurul Islami Tempat apakah yang paling banyak dikunjungi oleh orang-orang sepanjang sejarah? jawabannya pastilah Ka'bah. Betapa tidak, kiblat sholat umat islam ini adalah salah satu media ibadah umat manusia dari masa ke masa. Allah SWT sendiri yang memastikan bahwa ka'bah adalah tempat yang senantiasa makmur dengan peribadatan. Kala musim haji tiba, kita menyaksikan luberan manusia dari seluruh penjuru dunia membanjiri lokasi ini.
Lelaki Kecil Penghancur Ka'bah
Dari zaman ke zaman Ka'bah selalu dimuliakan, apalagi saat ia ditetapkan sebagai kiblat shalat kaum muslimin. Tak ada yang berani mengusik tempat suci ini. Mengusik tempat ini berarti memancing amarah umat islam. Namun demikian tahukah kita bahwa sebetulnya "rumah Allah" ini pernah dihancurkan dua kali, dan kelak di zaman akhir ia akan hancur untuk yang ketiga kalinya? Mengenai ihwal ini, Baginda Rasulullah SAW bersabda : "Nikmatilah Baitullah ini, sesungguhnya ia pernah dihancurkan dua kali dan ia akan diangkat pada kali ketiganya." Dalam musnadnya, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa kelak menjelang hari kiamat, Ka'bah bakal dihancurkan oleh Dzu Suwaiqatain dari Habasyah dan kiswahnya akan ditanggalkan. Secara bahasa Dzu Suwaiqatain berati orang yang kedua betisnya kecil. Mereka dinamakan Dzu Suwaiqatain dengan wazan tasghir (Bentuk kata kecil) yang menunjukkan bahwa kedua kakinya ringkih, kurus dan lemah.

Baginda Rasulullah SAW telah menjelaskan ciri-ciri para pemberangus Ka'bah secara rinci dalam beberapa hadits. Beliau menyebutkan bahwa mereka berkulit hitam dan kedua kakinya renggang. Dua ciri ini sesuai dengan ciri fisik orang Habasyah. Beliau juga menambahkan bahwa mereka rata-rata botak, ubun-ubunnya licin dan persendian tulangnya bengkok, bahkan sebagian keluar dari tempatnya.

Gambaran diatas serasi dengan hadits shahih dari Ibnu Abbas RA : "Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : 'Seolah-olah diriku melihatnya berkulit hitam, kedua kakinya saling berjauhan. Dia mencongkel Ka'bah, batu demi batu.'" Sementara itu, Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata "Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Ka'bah akan dirusak oleh Dzu Suwaiqatain dari Habasyah (Ethiopia), dicopotinya perhiasan Ka'bah dan dilepas kiswah (penutupnya). Seolah-olah aku menyaksikan Dzu Suwaiqatain itu seorang yang berbadan kecil, botak, lagi berkaki pengkor (bengkok). Ia menghantam Ka'bah dengan sekop dan linggisnya.'"
Yang membikin hsti miris barangkali adalah kenyataan bahwa pemberangus Ka'bah bukanlah kalangan musuh islam seperti Nasrani, Yahudi, atau lainnya, akan tetapi dari golongan muslimin sendiri. Fakta ini sesuai dengan sabda Baginda Nabi SAW "Tidak ada yang menghalalkan Baitul Haram melainkan ahlinya, dan ahli Baitul Haram ialah kaum muslimin. (fathul bari 3:462). " Dalam hadits lain beliau menyinggung "Apabila mereka telah menghalalkannya(tidak menghormati Ka'bah, dan melakukan perbuatan-perbuatan terlarang terhadapnya) maka mereka akan dibinasakan. Setelah itu akan muncul seorang laki-laki dari Habasyah yang bernama Suwaiqatain. Ia menghancurkan Ka'bah dan mengambil batunya satu persatu, melepas perhiasannya dan kiswahnya."

Hadits lain yang diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad dari Sa'id bin Sam'an menyebutkan bahwa Abu Hurairah telah memberi tahu Abu Qatadah mengenai sabda Baginda Nabi SAW yang merbunyi : "Di Baiat seseorang antara rukun dan makam, dan tidak akan menghalalkan baitul haram kecuali ahlinya. Apabila mereka telah menghalalkan baitul haram, maka jangan ditanya lagi tentang rusaknya Bangsa Arab setelah itu datanglah Bangsa Habasyah (Ethiopia yang menghancurkannya (Ka'bah) sehancur-hancurnya, dan tidak lagi dimakmurkan selama-lamanya. Mereka itulah yang mengurus perbendaharaanya. "(Musnad Imam Ahmad 15:35)". Imam Ahmad dan Imam Bukhori meriwayatkan dari Ibnu Abbas sepenggal hadits dari Nabi SAW "Seakan saya melihat berkulit hitam dan panjang langkahnya. Ia merusak Ka'bah dan mengambil batunya satu persatu."(Sahih Bukhori.bab hatmil Ka'bah 3:460)."
Read more

Selasa, 05 September 2017

Kala Iblis Bertaubat

Nurul Islami | Kala Iblis Bertaubat - Sahabat Nurul Islami, Tatkala matahari terbit dari ufuk barat, pintu taubat tertutup rapat.Takkan diterima lagi taubat seorang yang melakukan maksiat."Apakah pintu taubat itu?" tanya Umar bin Kahttab RA kepada Baginda Nabi SAW. Mendapat pertanyaan karibnya, beliau pun menjawab,"Wahai Umar, Allah SWT menciptakan pintu taubat di belakang arah barat. pintu itu mempunyai dua daun pintu dari emas yang dilapisi mutiara dan permata. Jarak dari satu daun pintu ke daun pintu lainnya sejauh 40 tahun perjalanan pengendara cepat."
Kala Iblis Bertaubat

Pintu taubat terbuka semenjak Allah SWT menciptakan makhluknya sampai pagi hari ketika matahari dan bulan terbit dari tempat terbenamnya. Tidaklah seorang hamba Allah bertaubat dengan taubat nasuha sejak jaman Nabi Adam sampai terbitnya matahari dari barat melainkan taubatnya memasuki pintu itu sebelum kemudian diangkat ke hadirat Allah.

Kemudian Muadz bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah taubat nasuha itu?" Beliau menjawab, "Hendaknya seorang hamba menyesali dosa yang menimpanya, kemudian lari menjauhinya menuju Allah SWT sehingga tidak kembali lagi kepada dosanya sebagaimana susu takkan kembali lagi ke teteknya."

Diriwayatkan dari Katsir bin Murroh, "Jika matahari telah terbit dari ufuk barat maka semua hati distempel sesuai isinya, malaikat penjaga diangkat, dan para malaikat diperintahkan untuk tidak menuliskan amalan apapun."

Hudzaifah RA bertanya kepada Baginda Rasulullah SAW, "Apa tanda terbitnya matahari dari arah barat?" Baginda Rasulullah SAW menjawab, "Malam itu panjang seakan dua malam."

Abdullah bin Umar RA meriwayatkan bahwa panjangnya tatkala matahari terbit dari arah barat seakan dua malam ,tidak ada yang mengetahui kecuali hanya sedikit saja dari golongan ahli ibadah dan penghafal Al-Qur'an. Di malam itu orang-orang yang takut pada Allah SWT terbangun. Mereka mendirikan sholat dan melakukan amalan-amalan mereka seperti biasa. Kemudian mereka tidur dan bangun lagi untuk melakukan sholat, sementara malam tetap tidak branjak sampai mereka tidur lagi. Sewaktu bangun mereka masih mendapati hari masih malam. Mereka merasakan malam demikian panjangnya hingga mereka ketakutan akan terjadi sesuatu yang besar. Mereka bertanya-tanya dengan perasaan khawatir, "Apa yang terjadi?" Lalu mereka pergi ke masjid  setelah masuk waktu subuh. Lama mereka menanti terbitnya matahari.

Dalam suasana mencekam itu ,orang-orang beriman menangis dan bersimpun kepada sang Khalik, sedangkan orang-orang ahli maksiat tetap dalam kelalaiannya. Tiba-tiba sesuatu yang tak disangka-sangka terjadi, matahari terbit dari dari barat dan terdengar seruan, "Ingatlah pintu taubat sudah ditutup, matahari dan bulan telah terbit dari tempat tebenamnya."
Mendengar seruan itu orang-orang menoleh ke barat semua. Mereka menyaksikan matahari dan bulan naik dari arah barat menuju ke arah timur dalam keadaan tanpa cahaya. Pemandangan ini seperti terlukis dalam Surat al-Qiyamah ayat 7-10 :

     فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ ٧       وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ ۸    وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۹   يَقُولُ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ   ١٠

"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan) dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan". Pada hari itu manusia berkata: "Kemana tempat lari?"

Melihat kenyataan ini, penghuni langit dan bumi menjadi gempar dan saling bertangisan. Semua orang baru menyaksikan dengan mata kepala sendriri kebenaran dan kekuasaan Dzat Yang Maha Agung. Penduduk bumi menjerit histeris. Begitu kacaunya suasana waktu itu hingga ibu lupa akan anaknya dan wanita yang sedang hamil mendadak melahirkan.

Matahari dan bulan terus bergerak beriringan ke arah timur hingga berhenti di tengah langit, Malaikat Jibril mengembalikannya ke arah barat dan masuk menuju pintu taubat. setelah peristiwa itu, matahari terbit dari timur seperti sedia kala.

Para Ulama Fiqih berkata, "Malam itu setara dengan dua malam satu hari sehingga sholat lima waktu harus di qodho. Waktu subuh masuk ketika fajar menyingsing menjelang matahari terbit dari arah barat, dan waktu duhur masuk setelah matahari kembali dari tengah langit ke arah barat." Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, "Tidak akan terbit kiamat sehingga dua orang berusia lanjut bertemu,'Kapan kamu lahir?' tanya salah satunya.'Ketikan matahari terbit dari barat,' jawab orang yang ditanya."

Iblis
Orang-orang yang keras hatinya menyatakan diri bertaubat dan memperbanyak amal kebaikan saat itu, akan tetapi sayang sudah terlambat. Taubatnya sama sekali tidak berguna karena pintu taubat yang bertahun-tahun telah dibuka, pada waktunya itu sudah tertutup untuk selamanya. Demikian juga iblis laknatullah. Ia bersujud seraya berkata, "Wahai tuhanku,perintahkan aku bersujud pada siapapun yang engkau mau." Setan-setan berkumpul di dekatnya sembari bertanya keheranan, "Wahai pemimpin kami, kepada siapa engkau mengadu?" iblis menjawab "Aku telah meminta pada tuhanku untuk ditangguhkan sampai hari kebangkitan. Akupun ditangguhkan sampai hari yang telah diketahui, matahari telah terbit dari barat, inilah waktu yang diketahui itu." Pada hari itu setan-setan terlihan dengan kasat mata sehingga orang berkata "Ini setan yang bersamaku dan menyesatkanku, segala puji bagi Allah yang telah menghinakannya."

Pada akhirnya nanti, tatkala ajal iblis telah sampai pada waktunya, ALLAH SWT memerintahkan Malaikat Izrail untuh menyabut nyawanya. Izrail menemui iblis dengan memakai pakaian haibah beserta Malaikat Zabaniyah (juru siksa neraka). Sang Izrail melotot pada iblis dan berkata "Wahai Khabits ! Wahai setan yang terlaknat. Pada hari ini aku akan mencabut nyawamu. Sudah berapa tahun umurmu dan telah begitu banyak orang yang telah engkau sesatkan." Saking terkejutnya iblis seketika itu juga ia berlari menuju arah timur. Sampai di ujung timur Izrail telah berada disitu sambil melotot kepadanya. Iblis lalu berlari ke arah barat dan Malaikat Izrail juga telah berada di ujung barat. Iblis merasa putus asa lalu berdiri di tengah-tengah dunia, tepat di makam Nabi Adam AS karena bapak umat manusia itulah yang membuat dirinya terhinakan. Sebelumnya  iblis termasuk golongan  makhluk mulia yang menghuni surga. Ketika diperintahkan Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam, ia membangkang sambil menyombongkan asal kejadiannya. Ia akhirnya termasuk golongan orang-orang yang celaka karena kesombongannya itu. Iblis berkata di makam Nabi Adam AS, "Hai Adam ! karena engkau aku dilaknat  dan sebab engkau aku ditolak." Kemudian iblis berkata pad Izrail "Hai malaikat maut ! minuman apa yag akan engkau tuangkan padaku dan dengan siksa apa engkau akan mencabut nyawaku?" Malaikat Izrail menjawab "Dengan minuman neraka lazha dan sair" Mendadak iblis jauh tersungkur ke bumi tempat ia diturunkan. Sampai disitu iblis dihujani dengan tombak oleh Malaikat Zabaniyah, dan akhirnya mengalami sakaratul maut. Pedihnya sakaratul maut yang dirasakan manusia dan jin menjadi satu pada iblis yang terlaknat. Tamatlah riwayat iblis seketika itu juga.
Read more