![]() |
| Kala Iblis Bertaubat |
Pintu taubat terbuka semenjak Allah SWT menciptakan makhluknya sampai pagi hari ketika matahari dan bulan terbit dari tempat terbenamnya. Tidaklah seorang hamba Allah bertaubat dengan taubat nasuha sejak jaman Nabi Adam sampai terbitnya matahari dari barat melainkan taubatnya memasuki pintu itu sebelum kemudian diangkat ke hadirat Allah.
Kemudian Muadz bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah taubat nasuha itu?" Beliau menjawab, "Hendaknya seorang hamba menyesali dosa yang menimpanya, kemudian lari menjauhinya menuju Allah SWT sehingga tidak kembali lagi kepada dosanya sebagaimana susu takkan kembali lagi ke teteknya."
Diriwayatkan dari Katsir bin Murroh, "Jika matahari telah terbit dari ufuk barat maka semua hati distempel sesuai isinya, malaikat penjaga diangkat, dan para malaikat diperintahkan untuk tidak menuliskan amalan apapun."
Hudzaifah RA bertanya kepada Baginda Rasulullah SAW, "Apa tanda terbitnya matahari dari arah barat?" Baginda Rasulullah SAW menjawab, "Malam itu panjang seakan dua malam."
Abdullah bin Umar RA meriwayatkan bahwa panjangnya tatkala matahari terbit dari arah barat seakan dua malam ,tidak ada yang mengetahui kecuali hanya sedikit saja dari golongan ahli ibadah dan penghafal Al-Qur'an. Di malam itu orang-orang yang takut pada Allah SWT terbangun. Mereka mendirikan sholat dan melakukan amalan-amalan mereka seperti biasa. Kemudian mereka tidur dan bangun lagi untuk melakukan sholat, sementara malam tetap tidak branjak sampai mereka tidur lagi. Sewaktu bangun mereka masih mendapati hari masih malam. Mereka merasakan malam demikian panjangnya hingga mereka ketakutan akan terjadi sesuatu yang besar. Mereka bertanya-tanya dengan perasaan khawatir, "Apa yang terjadi?" Lalu mereka pergi ke masjid setelah masuk waktu subuh. Lama mereka menanti terbitnya matahari.
Dalam suasana mencekam itu ,orang-orang beriman menangis dan bersimpun kepada sang Khalik, sedangkan orang-orang ahli maksiat tetap dalam kelalaiannya. Tiba-tiba sesuatu yang tak disangka-sangka terjadi, matahari terbit dari dari barat dan terdengar seruan, "Ingatlah pintu taubat sudah ditutup, matahari dan bulan telah terbit dari tempat tebenamnya."
Mendengar seruan itu orang-orang menoleh ke barat semua. Mereka menyaksikan matahari dan bulan naik dari arah barat menuju ke arah timur dalam keadaan tanpa cahaya. Pemandangan ini seperti terlukis dalam Surat al-Qiyamah ayat 7-10 :
فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ ٧ وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ ۸ وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۹ يَقُولُ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ ١٠
"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan) dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan". Pada hari itu manusia berkata: "Kemana tempat lari?"
Melihat kenyataan ini, penghuni langit dan bumi menjadi gempar dan saling bertangisan. Semua orang baru menyaksikan dengan mata kepala sendriri kebenaran dan kekuasaan Dzat Yang Maha Agung. Penduduk bumi menjerit histeris. Begitu kacaunya suasana waktu itu hingga ibu lupa akan anaknya dan wanita yang sedang hamil mendadak melahirkan.
Matahari dan bulan terus bergerak beriringan ke arah timur hingga berhenti di tengah langit, Malaikat Jibril mengembalikannya ke arah barat dan masuk menuju pintu taubat. setelah peristiwa itu, matahari terbit dari timur seperti sedia kala.
Para Ulama Fiqih berkata, "Malam itu setara dengan dua malam satu hari sehingga sholat lima waktu harus di qodho. Waktu subuh masuk ketika fajar menyingsing menjelang matahari terbit dari arah barat, dan waktu duhur masuk setelah matahari kembali dari tengah langit ke arah barat." Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, "Tidak akan terbit kiamat sehingga dua orang berusia lanjut bertemu,'Kapan kamu lahir?' tanya salah satunya.'Ketikan matahari terbit dari barat,' jawab orang yang ditanya."
Iblis
Orang-orang yang keras hatinya menyatakan diri bertaubat dan memperbanyak amal kebaikan saat itu, akan tetapi sayang sudah terlambat. Taubatnya sama sekali tidak berguna karena pintu taubat yang bertahun-tahun telah dibuka, pada waktunya itu sudah tertutup untuk selamanya. Demikian juga iblis laknatullah. Ia bersujud seraya berkata, "Wahai tuhanku,perintahkan aku bersujud pada siapapun yang engkau mau." Setan-setan berkumpul di dekatnya sembari bertanya keheranan, "Wahai pemimpin kami, kepada siapa engkau mengadu?" iblis menjawab "Aku telah meminta pada tuhanku untuk ditangguhkan sampai hari kebangkitan. Akupun ditangguhkan sampai hari yang telah diketahui, matahari telah terbit dari barat, inilah waktu yang diketahui itu." Pada hari itu setan-setan terlihan dengan kasat mata sehingga orang berkata "Ini setan yang bersamaku dan menyesatkanku, segala puji bagi Allah yang telah menghinakannya."
Pada akhirnya nanti, tatkala ajal iblis telah sampai pada waktunya, ALLAH SWT memerintahkan Malaikat Izrail untuh menyabut nyawanya. Izrail menemui iblis dengan memakai pakaian haibah beserta Malaikat Zabaniyah (juru siksa neraka). Sang Izrail melotot pada iblis dan berkata "Wahai Khabits ! Wahai setan yang terlaknat. Pada hari ini aku akan mencabut nyawamu. Sudah berapa tahun umurmu dan telah begitu banyak orang yang telah engkau sesatkan." Saking terkejutnya iblis seketika itu juga ia berlari menuju arah timur. Sampai di ujung timur Izrail telah berada disitu sambil melotot kepadanya. Iblis lalu berlari ke arah barat dan Malaikat Izrail juga telah berada di ujung barat. Iblis merasa putus asa lalu berdiri di tengah-tengah dunia, tepat di makam Nabi Adam AS karena bapak umat manusia itulah yang membuat dirinya terhinakan. Sebelumnya iblis termasuk golongan makhluk mulia yang menghuni surga. Ketika diperintahkan Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam, ia membangkang sambil menyombongkan asal kejadiannya. Ia akhirnya termasuk golongan orang-orang yang celaka karena kesombongannya itu. Iblis berkata di makam Nabi Adam AS, "Hai Adam ! karena engkau aku dilaknat dan sebab engkau aku ditolak." Kemudian iblis berkata pad Izrail "Hai malaikat maut ! minuman apa yag akan engkau tuangkan padaku dan dengan siksa apa engkau akan mencabut nyawaku?" Malaikat Izrail menjawab "Dengan minuman neraka lazha dan sair" Mendadak iblis jauh tersungkur ke bumi tempat ia diturunkan. Sampai disitu iblis dihujani dengan tombak oleh Malaikat Zabaniyah, dan akhirnya mengalami sakaratul maut. Pedihnya sakaratul maut yang dirasakan manusia dan jin menjadi satu pada iblis yang terlaknat. Tamatlah riwayat iblis seketika itu juga.
